Ketua BPPD DIY GKR, Bendara membuka Jogja Cultural Wellness Festival 2026 disaksikan Wakil Menteri Pariwisata, Ni Luh Enik Ermawati di Loman Park Hotel Yogyakarta, Jumat (6/11). Foto: Dok. Instimewa.Jogja Cultural Wellness Festival (JCWF) 2026 resmi dibuka di Loman Park Hotel Yogyakarta, Jumat (6/11) malam, dengan lebih dari 2.600 reservasi tiket yang sudah tercatat saat malam pembukaan. Jumlah tersebut melampaui target 1.500 pengunjung yang semula ditargetkan untuk tiga hari penyelenggaraan.Festival yang kini memasuki tahun keempat itu mengusung tema Re-Connect: Re-Connecting People, Culture, and Wellbeing dan berlangsung hingga Minggu (8/11). Pembukaan dihadiri Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Enik Ermawati.Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah DIY, GKR Bendara, menyatakan Yogyakarta telah memiliki tradisi wellness jauh sebelum istilah itu dikenal dunia. Menurutnya, para leluhur sudah meletakkan dasar hidup sehat dan seimbang.Ia menjelaskan, tema Re-Connect merujuk pada filosofi Hamemayu Hayuning Bawono yang bertumpu pada tiga hubungan utama.“Harmoni manusia dengan Sang Pencipta. Harmoni dengan sesama dan budaya serta harmoni dengan alam lingkungan,” uangkapnya dalam sambutan pada malam pembukaan JCWF, Jumat (6/11).GKR Bendara menuturkan bahwa sejak awal panitia memperkirakan peminat festival ini berada pada skala kecil.“Untuk 3 hari festival kami sebenarnya hanya menargetkan 1.500 pengunjung. Karena kalau wellness itu memang skopnya adalah niche kecil.”Hingga Jumat sore lebih dari 10 program resmi sudah habis terjual. Di antaranya Nandurogo dan Laras Budoyo dari yogaefriday.co, sound healing oleh Cilakarta, serta Fight Your Silence dari Sadar Center.JCWF 2026 menghimpun 97 komunitas dan pelaku yang lolos kurasi, terdiri atas 65 praktisi wellness dan 32 artisan. Pendaftar untuk slot artisan mencapai 168, sehingga panitia hanya dapat menampung 32 di antaranya karena jumlah booth terbatas. Festival ini memuat 92 program dalam enam tema besar, 16 di antaranya gratis. Tema spiritual dan energy healing menempati porsi terbesar, yakni 24,7 persen dari seluruh program.Pada hari pertama, panitia juga menggelar bisnis matching pukul 15.00 hingga 17.30. Sesi itu mempertemukan 60 peserta dari hotel, agen perjalanan, destinasi wisata, dan museum dengan komunitas hasil kurasi. GKR Bendara mengatakan hasil pertemuan tersebut diharapkan tidak berhenti pada perkenalan.“Kami sangat berharap pertemuan tersebut berlanjut menjadi kerja sama yang nyata, melahirkan produk dan pengalaman wisata baru serta membuka peluang usaha yang memberikan manfaat bagi komunitas dan industri pariwisata Jogjakarta.”Wakil Menteri Pariwisata, Ni Luh Enik Ermawati, menyebut kunjungan wisatawan mancanegara sepanjang Januari hingga September 2026 mencapai 12,01 juta, naik 5,01 persen dari periode yang sama tahun lalu. Perjalanan wisatawan nusantara tercatat 938,84 juta, tumbuh 4,1 persen. Ia juga merujuk catatan Wellness Global Institute bahwa belanja wisata wellness dunia mencapai sekitar 894 miliar dolar AS pada 2024, naik 13,8 persen dari 2023. Ke depan, Ni Luh Enik Ermawati berharap JCWF membuka kerja sama dengan pelaku wellness dari luar negeri.“Jogja Cultural Wellness ini kemudian pada tahun-tahun mendatang juga bisa menghadirkan kolaborasi-kolaborasi dengan pelaku wellness di tingkat internasional juga. Mungkin kita bisa mengajak teman-teman dari Thailand atau mungkin dari negara-negara lain, Filipina dan negara ASEAN lain.”
(Penulis Jurnalis: Pandangan Jogja | Diterbitkan via kumparan.com)
