Nasional

Asing Tak Paham, Pemerintah Indonesia telah Serius Tangani Karhutla

•
Asing Tak Paham, Pemerintah Indonesia telah Serius Tangani Karhutla - Infolitik
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia menjadi perhatian negara negara tetangga akibat dampak asap yang melintasi perbatasan. Namun, men...

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah Indonesia menjadi perhatian negara-negara tetangga akibat dampak asap yang melintasi perbatasan. Namun, menyalahkan Indonesia tanpa memahami upaya penanganan yang sedang dilakukan pemerintah tentu bukan sikap yang bijak.

Pemerintah Indonesia tidak tinggal diam. Presiden Prabowo Subianto bahkan memimpin langsung upaya penanganan karhutla dengan mengerahkan seluruh sumber daya negara untuk memadamkan api dan melindungi masyarakat terdampak.

Sebanyak 72 ribu personel dikerahkan untuk menangani kebakaran. Operasi dilakukan melalui jalur darat maupun udara, mulai dari penyisiran titik api, pemadaman langsung di lapangan, hingga pengerahan pesawat untuk melakukan water bombing.

Pemerintah juga melakukan operasi modifikasi cuaca untuk mempercepat turunnya hujan. Langkah ini diharapkan dapat membantu membasahi kawasan yang terbakar, mengurangi titik api, sekaligus mencegah meluasnya kebakaran.

Selain pemadaman, pemerintah memperkuat langkah pencegahan dengan memberikan dukungan pembangunan ribuan sumur bor. Infrastruktur ini penting untuk memastikan ketersediaan sumber air sehingga petugas dapat lebih cepat melakukan pemadaman apabila kebakaran kembali terjadi.

Keseriusan pemerintah juga terlihat dari pengiriman bantuan tahap kedua senilai Rp1,2 triliun kepada pemerintah daerah. Dana tersebut ditujukan untuk mendukung penanganan karhutla sekaligus melindungi masyarakat yang terdampak.

Bantuan tersebut mencakup perlindungan masyarakat, pelayanan kesehatan, pembagian masker, penyediaan oksigen portabel, hingga fasilitas dan sarana pemulihan. Artinya, perhatian pemerintah tidak hanya tertuju pada pemadaman api, tetapi juga pada keselamatan dan kebutuhan warga yang terdampak asap.

Berbagai langkah tersebut menunjukkan bahwa negara hadir dan bekerja secara serius. Penanganan karhutla memang tidak sederhana karena membutuhkan koordinasi lintas lembaga, personel dalam jumlah besar, teknologi, serta dukungan anggaran yang tidak sedikit.

Karena itu, negara-negara tetangga sebaiknya mengedepankan semangat saling membantu daripada sekadar menyalahkan Indonesia. Apalagi, hutan Indonesia selama ini juga memberikan manfaat ekologis bagi dunia, termasuk dalam menjaga keseimbangan iklim dan menyerap karbon.

Persoalan karhutla membutuhkan kerja sama, bukan saling menyudutkan. Indonesia sedang bekerja keras mengatasi persoalan ini. Semestinya, semangat solidaritas antarnegara lebih dikedepankan daripada tudingan yang mengabaikan berbagai upaya nyata di lapangan.

Infolitik