Nasional

Bank Jago Layani 19 Juta Nasabah hingga September 2026

•
Bank Jago Layani 19 Juta Nasabah hingga September 2026 - Infolitik
Ilustrasi Bank Jago. Foto: Wirestock Creators/ShutterstockPT Bank Jago Tbk mencatat pertumbuhan jumlah nasabah hingga mencapai 19 juta orang per akhir September 2026. Dari jumlah tersebut, sebanyak...

Ilustrasi Bank Jago. Foto: Wirestock Creators/ShutterstockPT Bank Jago Tbk mencatat pertumbuhan jumlah nasabah hingga mencapai 19 juta orang per akhir September 2026. Dari jumlah tersebut, sebanyak 13,1 juta nasabah merupakan pengguna layanan pendanaan atau funding melalui Aplikasi Jago.Pertumbuhan nasabah itu menjadi bagian dari strategi perseroan untuk memperkuat bisnis secara berkelanjutan dengan tetap menjaga kualitas pertumbuhan. Bank Jago juga terus mengoptimalkan basis nasabah untuk mendorong peningkatan penghimpunan dana dan penyaluran kredit.Direktur Utama Bank Jago, Arief Harris, mengatakan fokus perseroan yang mengedepankan pertumbuhan berkualitas, baik pengumpulan dana maupun penyaluran kredit, berdampak positif pada pencapaian kinerja serta posisi fundamental bank yang berada dalam posisi sangat baik.“Dengan kemampuan mempertahankan kinerja positif secara terus-menerus, kami yakin kepercayaan nasabah akan semakin kuat dalam menggunakan produk dan layanan kami sebagai bank berbasis teknologi,” kata Arief melalui keterangannya, Rabu (28/10).Menurut Arief, kepercayaan nasabah juga tercermin dari pertumbuhan jumlah pengguna aktif yang secara konsisten memanfaatkan Aplikasi Jago untuk berbagai transaksi keuangan.Selain layanan perbankan, Bank Jago memperluas pemanfaatan aplikasinya melalui kolaborasi dengan ekosistem investasi Bibit dan Stockbit. Kolaborasi tersebut memungkinkan nasabah terhubung secara langsung untuk membeli berbagai produk investasi, seperti reksa dana, obligasi, dan saham.Hingga September 2026, jumlah nasabah yang terhubung melalui ekosistem tersebut telah melampaui 3,6 juta orang. Dari sisi penghimpunan dana, total dana pihak ketiga (DPK) Bank Jago mencapai Rp 28,9 triliun per akhir September 2026, tumbuh 21 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 23,9 triliun.Sementara dana murah atau current account and savings account (CASA) berkontribusi 53 persen terhadap total DPK, setara Rp 15,4 triliun. Kemudian, deposito menyumbang 47 persen atau Rp 13,5 triliun.Penyaluran Kredit Meningkat 19 PersenFitur Kantong dari Bank Jago. Foto: Bank JagoPenyaluran kredit pun meningkat 19 persen secara tahunan menjadi Rp 27,9 triliun per September 2026, dari Rp 23,5 triliun pada September 2025.Penyaluran pembiayaan dilakukan melalui mitra ekosistem, platform digital, dan perusahaan pembiayaan, termasuk BFI Finance. Bank Jago juga mengembangkan penyaluran kredit secara langsung kepada nasabah dengan menerapkan prinsip pembiayaan yang bertanggung jawab.Untuk mendukung keputusan finansial yang lebih bijak, Bank Jago menghadirkan fitur Rapor Kredit dalam Aplikasi Jago. Fitur ini memungkinkan debitur mengakses informasi mengenai kesehatan kreditnya secara lebih mudah dan transparan, sehingga dapat memahami kapasitas keuangan sebelum mengambil pinjaman.Pertumbuhan bisnis tersebut turut mendorong total aset Bank Jago menjadi Rp 42,1 triliun per September 2026, naik 22 persen dibandingkan Rp 34,5 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya.Dari sisi profitabilitas, Bank Jago membukukan laba bersih setelah pajak atau net profit after tax (NPAT) sebesar Rp 298 miliar, meningkat 50 persen dibandingkan Rp 199 miliar pada September 2025. Sementara itu, rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) gross tercatat sebesar 0,9 persen, dengan rasio kecukupan modal atau capital adequacy ratio (CAR) berada di level 27,5 persen.Arief menuturkan pertumbuhan bisnis bukan hanya sekadar mencetak angka tetapi memastikan fundamental perseroan semakin kuat untuk bertumbuh secara berkelanjutan.“Dengan begitu saya optimistis Bank Jago bisa bertumbuh lebih kencang seiring dengan kondisi perekonomian yang semakin optimal pada tahun mendatang,” sebut Arief.

(Penulis Jurnalis: kumparanBISNIS | Diterbitkan via kumparan.com)

Infolitik