Nasional

BEI Luncurkan Indeks Komoditas: 20 Emiten Masuk Daftar, Apa Saja?

•
BEI Luncurkan Indeks Komoditas: 20 Emiten Masuk Daftar, Apa Saja? - Infolitik
Ilustrasi Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI). Foto: ShutterstockPT Bursa Efek Indonesia (BEI) meluncurkan indeks saham terbaru bernama IDX Commodity 20 (IDXCMDTY20) pada Jumat (30/10) ini. Indeks in...

Ilustrasi Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI). Foto: ShutterstockPT Bursa Efek Indonesia (BEI) meluncurkan indeks saham terbaru bernama IDX Commodity 20 (IDXCMDTY20) pada Jumat (30/10) ini. Indeks ini dirancang untuk mengukur kinerja harga dari 20 saham perusahaan penghasil komoditas serta emiten yang bergerak di sepanjang rantai pasok industri komoditas dengan kapitalisasi pasar yang tinggi serta likuiditas transaksi yang baik.“Metode penghitungan Indeks IDX Commodity 20 menggunakan metode Capped Adjusted Free Float Market Capitalization Weighted dengan diterapkan pembatasan bobot saham paling tinggi sebesar 15 persen yang disesuaikan pada saat evaluasi. Indeks IDX Commodity 20 telah dihitung sejak hari dasarnya pada 1 September 2021 dengan nilai dasar 100,” tulis manajemen BEI, dikutip Jumat (30/10).Dalam periode efektif konstituen 30 Oktober 2026 hingga 26 Februari 2027, terdapat 20 emiten sektor komoditas yang lolos seleksi. Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN) memegang bobot tertinggi dalam indeks ini, yakni sebesar 15 persen, diikuti Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS) sebesar 11,35 persen, dan Barito Pacific Tbk. (BRPT) sebesar 10,88 persen.Pengunjung memantau layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (20/10/2026). Foto: Galih Pradipta/ANTARA FOTOBerikut daftar lengkap 20 saham konstituen IDX Commodity 20 beserta bobotnya:1. Adaro Andalan Indonesia Tbk. (AADI): 3,21 persen2. Alamtri Minerals Indonesia Tbk. (ADMR): 1,88 persen3. Alamtri Resources Indonesia Tbk. (ADRO): 4,52 persen4. Amman Mineral Internasional Tbk. (AMMN): 15,00 persen5. ANTAM (Persero) Tbk. (ANTM): 6,02 persen6. Archi Indonesia Tbk. (ARCI): 1,25 persen7. Astrindo Nusantara Infrastruktur Tbk. (BIPI): 0,99 persen8. Bumi Resources Minerals Tbk. (BRMS): 11,35 persen9. Barito Pacific Tbk. (BRPT): 10,88 persen10. Bumi Resources Tbk. (BUMI): 6,99 persen11. Darma Henwa Tbk. (DEWA): 2,11 persen12. Energi Mega Persada Tbk. (ENRG): 3,28 persen13. Vale Indonesia Tbk. (INCO): 2,58 persen14. Merdeka Battery Materials Tbk. (MBMA): 3,74 persen15. Merdeka Copper Gold Tbk. (MDKA): 7,86 persen16. Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC): 1,79 persen17. Petrosea Tbk. (PTRO): 3,36 persen18. Rukun Raharja Tbk. (RAJA): 0,91 persen19. TIMAH (Persero) Tbk. (TINS): 2,38 persen20. Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA): 9,88 persenJadwal Evaluasi BerkalaBEI menetapkan evaluasi atas indeks IDX Commodity 20 akan dilakukan melalui 2 mekanisme:1. Evaluasi Mayor (Pemilihan Konstituen dan Penyesuaian Bobot): Dilaksanakan pada Februari dan Agustus, dengan tanggal efektif berlaku pada hari bursa pertama di bulan Maret dan September.2. Evaluasi Minor (Penyesuaian Bobot): Dilaksanakan pada Mei dan November, dengan tanggal efektif berlaku pada hari bursa pertama di bulan Juni dan Desember.

(Penulis Jurnalis: kumparanBISNIS | Diterbitkan via kumparan.com)

Infolitik