Pengunjung memantau layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (20/10/2026). Foto: Galih Pradipta/ANTARA FOTOBursa Efek Indonesia (BEI) memastikan pengeluaran saham dengan kepemilikan terkonsentrasi tinggi atau High Shareholding Concentration (HSC) dari perhitungan IHSG mulai 2 November 2026 tidak akan memicu penurunan indeks secara drastis.Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, mengatakan kebijakan itu merupakan lanjutan dari penyesuaian sebelumnya, yakni saham-saham yang masuk kategori HSC tidak dapat menjadi konstituen indeks IDX30, LQ45, maupun IDX80.“Dalam implementasi awal, tentu tidak akan mengakibatkan penurunan drastis. Sama seperti kalau kita mengeluarkan saham tertentu, distribusi bobot itu akan diberikan kepada sisa saham-saham lain yang masih ada di dalam konstituen indeks,” ujar Jeffrey dalam konferensi pers di gedung BEI, Jakarta, Senin (26/10).Jeffrey menjelaskan, setelah saham HSC dikeluarkan dari perhitungan IHSG, pergerakan indeks bakal lebih ditentukan oleh pergerakan harga saham-saham lain yang tetap menjadi konstituen.Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik menyampaikan keterangan terkait update perkembangan pasar modal Indonesia di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (26/10/2026). Foto: Asprilla Dwi Adha/ANTARA FOTOBEI, kata Jeffrey, telah melakukan pengujian historis atau backtest untuk mengukur dampak kebijakan tersebut terhadap pergerakan IHSG. Hasilnya, pengeluaran saham HSC diperkirakan tidak menimbulkan lonjakan pada indeks.“Kami sudah melakukan backtest bahwa dengan pengeluaran saham-saham HSC tidak akan mengakibatkan lonjakan, tetapi dapat membuat IHSG kita lebih kredibel yang dapat digunakan lebih baik oleh para investor dalam melakukan tracking terhadap indeks kita,” ucapnya.Sebelumnya, BEI mengumumkan penyesuaian kriteria seleksi IHSG melalui pengumuman Nomor Peng-00201/BEI.POP/10-2026 pada 21 Oktober 2026. Kebijakan tersebut mulai berlaku pada 2 November 2026.Berdasarkan pengumuman BEI Nomor Peng-00201/BEI.POP/10-2026 pada Rabu (21/10) penyesuaian tersebut dilakukan merujuk pada perihal penerapan free float dalam penghitungan indeks dan penetapan kepemilikan saham HSC pada perusahaan tercatat. Penyesuaian juga dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan indeks yang lebih mewakili dinamika pasar.
(Penulis Jurnalis: kumparanBISNIS | Diterbitkan via kumparan.com)
