Nasional

BNPB: 34 Titik Karhutla di Way Kambas, 16 Hektare Belum Padam

•
BNPB: 34 Titik Karhutla di Way Kambas, 16 Hektare Belum Padam - Infolitik
Kebakaran masih melanda Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Lampung Timur. Foto: Dok. IstimewaKebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Taman Nasional Way Kambas, Lampung, belum sepenuhnya padam. Berda...

Kebakaran masih melanda Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Lampung Timur. Foto: Dok. IstimewaKebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Taman Nasional Way Kambas, Lampung, belum sepenuhnya padam. Berdasarkan data yang disampaikan Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan, per Sabtu (24/10) terdapat 34 titik kebakaran dengan 16 hektare lahan belum padam.Berton menyebut BNPB kini kembali memfokuskan penanganan di kawasan konservasi tersebut. Adapun per 25 Oktober 2026, BNPB mencatat luas karhutla yang masih ditangani di Lampung sekitar 12 hektare."Kami ingin menyampaikan bagaimana penanganan karhutla di Lampung, di Taman Nasional Way Kambas. Saat ini kami sudah memulai operasi sebenarnya sejak tanggal 22 September, dan terus kami lakukan juga di tanggal 25 September, berlanjut lagi tanggal 22 Oktober, dan saat ini kita fokuskan lagi menangani karhutla tersebut," tutur Berton saat konferensi pers, Senin (26/10).Penanganan karhutla di Way Kambas sudah dilakukan sejak awal api dilaporkan. Helikopter water bombing juga mulai bertugas pada 25 September.Personel Dibagi Berdasarkan Titik ApiTitik api karhutla di Way Kambas, Lampung, dalam konferensi pers BNPN, Senin (26/10/2016). Foto: Youtube/ BNPB IndonesiaBerton menjelaskan sejumlah strategi di lapangan. Pertama, personel dibagi berdasarkan daerah operasi dengan melihat titik-titik api yang ada."Titik yang berat, titik yang besar, tentu akan mendapatkan jumlah personel yang banyak pula," kata Berton.Strategi kedua, BNPB memperkuat pemantauan titik api dan pelaporan. Pemantauan, termasuk lewat helikopter, dilakukan untuk mengidentifikasi titik api baru yang sedang tumbuh.Ketiga, pemadaman diperluas dengan peralatan yang efektif, seperti pompa dan alat-alat lainnya.Keempat, BNPB mengintegrasikan pemantauan dari udara dengan informasi dari darat. Di lokasi yang sulit dijangkau satgas darat, helikopter water bombing digunakan untuk memadamkan api permukaan. Setelah itu, satgas darat melanjutkan pemadaman secara efektif.Strategi terakhir, BNPB menelusuri penyebab kebakaran dan mencegah munculnya titik api baru."Kami juga tentu mengutamakan keselamatan seluruh personel dengan menyiapkan berbagai peralatan maupun kondisi air minum agar tidak terjadi dehidrasi di antara para personel yang melakukan penanganan karhutla ini," tutur Berton.Selain itu dalam penanganan karhutla di Way Kambas, BNPB juga berupaya menjaga agar tidak ada satwa yang berada di sana tidak terdampak."Tentu banyak unsur yang terlibat di sana: ada TNI, BPBD, Polri, kemudian Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api, dan masyarakat sendiri pun ikut membantu, terutama menangani agar tidak ada dampak yang signifikan terhadap satwa yang memang kita lindungi," kata Berton.

(Penulis Jurnalis: kumparanNEWS | Diterbitkan via kumparan.com)

Infolitik