Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton SP Panjaitan dalam agenda pemaparan perkembangan penanganan karhutla dan isu bencana terkini di Gedung BNPB, Jakarta Timur, Rabu (4/11/2026). Foto: Zahira Hilman/kumparanBadan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap keselamatan operasi udara untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Kapusdatin BNPB, Berton S. Panjaitan mengatakan evaluasi ini dilakukan menyusul kecelakaan helikopter Super Puma H225 dengan nomor registrasi VH-HGM saat menjalankan misi pemadaman karhutla di perairan Sungai Barito, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan, Minggu (8/11)."Kejadian ini tentu menjadi perhatian serius bagi BNPB, khususnya dalam melaksanakan operasi udara untuk penanganan karhutla. Kami akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap aspek keselamatan operasi udara," kata Berton dalam konferensi pers, Minggu (8/11).Terdapat tujuh aspek yang menjadi perhatian dalam evaluasi tersebut. Pertama, kesiapan teknis dan kelaikan armada helikopter yang digunakan dalam operasi. Kedua, kesiapan dan kompetensi awak pesawat.Ketiga, prosedur penerbangan dalam pelaksanaan misi pemadaman karhutla. Keempat, prosedur pengambilan air dan pelaksanaan water bombing.Sejumlah warga memberikan pertolongan diduga Helikopter jenis Super Puma jatuh saat misi pemadaman karhutla di Sungai Barito, Desa Tabatan Baru, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan, Minggu (8/11/2026). Foto: ANTARA/HO-Group SAR BanjarmasinKelima, kondisi lokasi operasi, termasuk karakteristik sungai, arus air, hambatan di sekitar lokasi, serta ruang manuver helikopter. Keenam, kondisi cuaca dan faktor keselamatan penerbangan. Ketujuh, koordinasi antara awak pesawat, pengendali udara, dan unsur yang bertugas di lapangan.Selain melakukan evaluasi internal, BNPB juga akan berkoordinasi dengan operator helikopter dan instansi penerbangan terkait untuk memastikan armada yang digunakan dalam operasi berikutnya memenuhi persyaratan teknis dan keselamatan."Kami juga akan berkoordinasi dengan operator helikopter dan instansi penerbangan terkait untuk memastikan bahwa setiap armada yang digunakan dalam operasi berikutnya telah memenuhi persyaratan teknis dan keselamatan. Keselamatan awak dan seluruh personel yang terlibat merupakan hal yang tidak dapat dikompromikan," ujar Berton.Pada kesempatan yang sama, Berton menyampaikan kecelakaan tersebut tidak mengurangi komitmen pemerintah untuk melanjutkan penanganan karhutla. Operasi pemadaman tetap berjalan dengan memperhatikan aspek keselamatan secara ketat.BNPB juga akan mengevaluasi kembali penempatan dan penugasan armada udara yang tersedia. Selain itu, upaya pemadaman melalui jalur darat akan diperkuat dengan meningkatkan koordinasi bersama pemerintah daerah dan seluruh unsur terkait."Operasi pemadaman tetap harus berjalan, tetapi harus dilaksanakan dengan memperhatikan aspek keselamatan secara ketat," tutup Berton.
(Penulis Jurnalis: kumparanNEWS | Diterbitkan via kumparan.com)
