Daihatsu Sigra varian terbaru di GIIAS 2026. Foto: Fitra Andrianto/kumparanSegmen pasar pembeli mobil pertama (first car buyer) di tanah air tengah dibayangi tantangan cukup berat seiring dengan melemahnya daya beli masyarakat. Selain faktor finansial internal konsumen, syarat pengajuan kredit melalui lembaga pembiayaan (leasing) yang kian diperketat, turut menahan laju pertumbuhan pasar otomotif nasional secara keseluruhan.Kondisi tertekan pada kelompok konsumen pemula ini terlihat jelas dari pergerakan volume penjualan mobil murah ramah lingkungan atau Low Cost Green Car (LCGC). Merujuk data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), distribusi wholesales mobil LCGC sepanjang Januari–September 2026 hanya menyentuh 83.997 unit, mengalami penurunan 11 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu yang mampu mencapai 94.327 unit.Daihatsu Ayla 1.0 M M/T. Foto: Syahrul Ghiffari/kumparanTorehan pada segmen ritel pun mencatatkan tren serupa dengan penurunan sebesar 7 persen menjadi 90.527 unit dari sebelumnya 97.732 unit. Fenomena lesunya mobil murah ini tergolong berlawanan di tengah kurva penjualan mobil nasional yang justru merangkak naik, menandakan proses pemulihan industri kendaraan roda empat belum merata di setiap lini produk.Domestic Marketing & Corporate Communication Division Head PT Astra Daihatsu Motor (ADM), Budi Mahendra, membeberkan bahwa gairah pasar pascapandemi Covid-19 sebelumnya sempat melonjak berkat adanya stimulus insentif dari pemerintah. Daihatsu Ayla di Gaikindo Jakarta Auto Week di ICE BSD, Tangerang, Jumat (22/11/2024). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan"Kalau memang dulu setelah Covid kan market mulai naik. Terutama setelah ada insentif langsung booming banget. Nah semakin ke sini kami melihat dampaknya ke first car buyer ya," ujar Domestic Marketing & Corporate Communication Division Head PT Astra Daihatsu Motor (ADM) Budi Mahendra di Denpasar, Bali, Rabu (28/10).Budi menjelaskan pembeli mobil pertama menjadi kelompok konsumen yang paling merasakan efek langsung ketidakstabilan ekonomi saat ini. Lesunya daya beli secara otomatis memangkas kemampuan mereka untuk merealisasikan rencana transaksi pembelian unit kendaraan baru.Daihatsu Sigra 1.2R Deluxe terbaru yang meluncur di GIIAS 2025. Foto: Fitra Andrianto/kumparan"First car buyer itu sekarang isunya tuh lebih ke daya beli. Daya beli terus juga memang ya ada menyebabkan leasing juga yang ketat. Nah jadi untuk segmen-segmen di first car buyer ini itu cukup terdampak," kata Budi.Kendati iklim persaingan kini makin diramaikan oleh masuknya mobil-mobil listrik dengan harga yang makin terjangkau, Daihatsu menilai konsumen pembeli mobil pertama tetap mempertimbangkan banyak faktor sebelum melakukan eksekusi.Daihatsu Sigra di GIIAS 2022. Foto: Rizki Fajar Novanto/kumparanBerdasarkan hasil analisis internal perusahaan, patokan harga awal memang tetap memegang peranan. Meski begitu, keunggulan pabrikan yang punya ekosistem matang, menjadi pertimbangan matang segmen pembeli mobil pertama dalam memutuskan pembelian. "Yang jadi poin utama selain dari harga yang murah tapi juga after sales (purna jual), kemudahan, gampang gitu ya. Terus juga resale value juga, itu juga penting. Nah kita sih melihat mungkin ya ada sedikit perbedaan di situ," tutur Budi memungkas keterangannya.
(Penulis Jurnalis: kumparanOTO | Diterbitkan via kumparan.com)
