Nasional

Densus 88 tangkap serentak 11 terduga teroris terkait Daulah Islamiyah di 6 provinsi

•
Densus 88 tangkap serentak 11 terduga teroris terkait Daulah Islamiyah di 6 provinsi - Infolitik
Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menangkap 11 tersangka tindak pidana terorisme di enam provinsi dalam operasi selama dua hari, dengan sejumlah tersangka diduga tera...

Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri menangkap 11 tersangka tindak pidana terorisme di enam provinsi dalam operasi selama dua hari, dengan sejumlah tersangka diduga terafiliasi dengan Daulah Islamiyah.

Sebelas tersangka tersebut masing-masing berinisial HN (43), SM alias NM (52), HA (45), YDKAP (22), S (49), A (32), CG (29), J (36), MF (37), AF (26), dan MW (42).

Juru Bicara Densus 88 Antiteror Polri Kombes Mayndra Eka Wardhana mengatakan operasi penangkapan dilakukan sejak Jumat (2/10) di Riau, Jawa Barat, Jawa Tengah, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, dan Maluku Utara.

Empat tersangka ditangkap di kawasan Solo Raya. Berdasarkan alamat pada KTP, mereka tercatat berasal dari Boyolali dan Solo.

Seluruh tersangka kini telah dibawa ke Rumah Tahanan Mabes Densus 88.

“Adapun peran mereka mulai dari konsolidasi jaringan, kegiatan pelatihan, penyebaran propaganda, dan rekrutmen, baik secara langsung maupun melalui media sosial, hingga keterlibatan dalam pemufakatan tindak pidana terorisme,” kata Mayndra dalam keterangan tertulis, dikutip Kompas, Minggu (4/10).

Ia menegaskan operasi tersebut dilakukan sebagai langkah pencegahan terhadap potensi aksi teror di Indonesia.

“Penegakan hukum ini dilaksanakan secara terukur dalam rangka mencegah terjadinya aksi teror di Indonesia,” imbuhnya.

POLA PERTEMUAN DARING LINTAS DAERAH

Berdasarkan hasil penyidikan sementara, Densus 88 menemukan keterhubungan para tersangka dari sejumlah wilayah melalui pertemuan daring, indoktrinasi, konsolidasi jaringan, dan aktivitas pembinaan.

Salah satu pola yang ditemukan berupa pertemuan virtual yang menghubungkan sejumlah pendukung Daulah Islamiyah dari beberapa daerah.

“Salah satu pola yang ditemukan adalah penyelenggaraan pertemuan secara daring yang menghubungkan sejumlah pendukung Daulah Islamiyah dari beberapa daerah secara virtual,” ungkap Mayndra.

Selain aktivitas di ruang digital, penyidik juga menemukan dugaan kegiatan pelatihan yang melibatkan sebagian tersangka.

“Sejumlah tersangka juga diduga berlatih fisik, menembak, serta kegiatan lainnya yang terkait dengan aktivitas militansi terorisme,” kata Mayndra.

Densus 88 masih melanjutkan proses penyidikan terhadap 11 tersangka tersebut.

Penyidik akan mendalami barang bukti yang telah ditemukan serta menelusuri keterhubungan masing-masing tersangka dengan individu maupun jaringan lain.

Infolitik