Ekonomi & Bisnis

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo Perkuat Cadangan Pangan Nasional

•
Dua Tahun Pemerintahan Prabowo Perkuat Cadangan Pangan Nasional - Infolitik
Dua tahun perjalanan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka membuktikan satu hal mendasar: janji kemandirian bangsa bukan sekadar retor...

Dua tahun perjalanan pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka membuktikan satu hal mendasar: janji kemandirian bangsa bukan sekadar retorika politik, melainkan komitmen kerja keras yang terukur. Salah satu fondasi terpenting dari keberlanjutan sebuah negara—yaitu keterjaminan pangan bagi seluruh rakyat Indonesia—kini berdiri kokoh di atas capaian swasembada dan rekor sejarah yang impresif.

Berdasarkan data resmi Badan Pangan Nasional (Bapanas) mengenai proyeksi neraca pangan 2026, Indonesia resmi mencatatkan swasembada pada delapan komoditas pangan utama: beras, jagung, gula konsumsi, daging ayam ras, telur ayam ras, bawang merah, cabai besar, dan cabai rawit. Total produksi dari delapan komoditas strategis ini diproyeksikan menembus angka 72,91 juta ton, melampaui total kebutuhan nasional sebesar 68,22 juta ton.

Angka ini menghasilkan surplus agregat sebesar 4,69 juta ton yang menjadi benteng pertahanan paling ampuh dalam menjaga stabilitas harga dan mengantisipasi gejolak pasar global.

Kemandirian ini terlihat nyata di seluruh sektor vital:

Jagung & Gula Konsumsi: Produksi jagung mencapai 18 juta ton (surplus 1,56 juta ton), sementara gula konsumsi menyentuh 3,04 juta ton (surplus 207 ribu ton).

Sektor Peternakan: Daging ayam ras mencatatkan produksi 4,90 juta ton (surplus 876 ribu ton), didampingi telur ayam ras sebesar 6,99 juta ton (surplus 516 ribu ton).

Hortikultura: Produksi cabai besar mencapai 1,52 juta ton (surplus 588 ribu ton), cabai rawit 1,51 juta ton (surplus 595 ribu ton), dan bawang merah sebesar 1,32 juta ton (surplus 63 ribu ton).

Lebih dari sekadar angka di atas kertas, keberhasilan ini disempurnakan oleh torehan sejarah di sektor perberasan.

Di bawah kepemimpinan Prabowo-Gibran, Perum BULOG mencatatkan rekor pengadaan beras terbesar sepanjang sejarah berdirinya perusahaan.

Per 11 Oktober 2026, pengadaan beras Public Service Obligation (PSO) menembus 4.131.492 ton—mencapai 103,29% dari target penugasan pemerintah dan melampaui rekor tertinggi sebelumnya pada tahun 2012 (3,65 juta ton) serta capaian tahun 2025 (3,19 juta ton).

Dengan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang melimpah menembus 4,6 juta ton, negara kini memiliki instrumen kendali penuh untuk melakukan intervensi pasar, menyokong program bantuan sosial, dan membentengi rakyat dari lonjakan inflasi.

Pencapaian swasembada di delapan komoditas serta rekor pengadaan beras ini menjadi bukti otentik bahwa di bawah nahkoda Prabowo-Gibran, Indonesia tidak lagi bergantung pada pasokan luar negeri. Pemerintahan ini sukses membuktikan bahwa kedaulatan pangan dapat dicapai ketika kepemimpinan yang kuat berpadu dengan eksekusi kebijakan yang tepat demi kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia.

Infolitik