Manajer Manchester United Erik ten Hag terlihat sedih setelah pertandingan antara Manchester United vs Manchester City di Stadion Wembley, London, Inggris, Sabtu (10/8/2024). Foto: Toby Melville/REUTERS Mantan manajer Manchester United Erik ten Hag menilai kondisi fisik dan komitmen Cristiano Ronaldo telah menurun drastis sejak sang pemain meninggalkan Juventus pada tahun 2021. Dikutip dari laporan ESPN via program Goedemorgen Eredivisie, Ten Hag menyebutkan bahwa megabintang asal Portugal tersebut tidak lagi mampu memberikan performa terbaik di tingkat tertinggi sepak bola.Ten Hag menjelaskan bahwa penurunan kemampuan fisik Ronaldo menjadi alasan utama sang penyerang sering dicadangkan selama mereka bekerja sama di Old Trafford. Menurut pria yang kini menjabat sebagai direktur teknis FC Twente tersebut, dominasi dan intensitas kompetisi modern menuntut kebugaran ekstra yang tidak lagi dimiliki oleh Ronaldo.Penurunan Performa dan Mitos Kebugaran FisikTen Hag menuturkan bahwa anggapan publik mengenai dedikasi fisik Ronaldo yang tanpa batas sebenarnya tidak sepenuhnya benar dan lebih banyak dibentuk oleh pencitraan media. Ia menilai sang penyerang sudah tidak sanggup lagi memaksakan dirinya melewati rasa sakit demi mencapai kondisi fisik maksimal.“Dia tentu saja pemain yang luar biasa, salah satu yang terbesar sepanjang masa, tetapi realitas dalam tujuh atau delapan tahun terakhir adalah dia tidak lagi mampu berkontribusi maksimal. Sejak dari Juventus, semuanya sudah berakhir,” ujar Ten Hag.Pria asal Belanda itu juga menyanjung kebijakan Real Madrid yang dinilainya selalu tahu momen tepat untuk melepas pemain bintang. Ia menyebut Madrid mampu mengidentifikasi penurunan level seorang pemain dan merelakannya pergi saat publik masih menganggap sang pemain berada di puncak karier.Kegagalan Beradaptasi dengan Intensitas Premier LeagueTen Hag mengungkapkan bahwa dirinya sempat mendatangi Ronaldo sebelum memulai tugasnya di Manchester United untuk menjelaskan peran dan taktik tim. Namun, kedatangan Ronaldo yang terlambat akibat urusan pribadi membuat proses pra-musim terganggu dan berdampak buruk pada tingkat kebugarannya.“Jika Anda tidak fit di Premier League, Liga Champions, atau bersama tim nasional Portugal, maka Anda tidak memiliki peluang. Hukum di Premier League sangat kejam dan Anda tidak lagi mampu mengimbangi kekuatan serta intensitas pertandingan,” tegas Ten Hag.Meskipun mengakui Ronaldo masih memiliki naluri mencetak gol yang tajam, Ten Hag menegaskan bahwa kemampuan bergerak melepaskan diri di dalam kotak penalti membutuhkan kecepatan yang kini sudah hilang dari permainan sang megabintang.Perbandingan Sikap Kolektif dengan Lionel MessiDalam wawancara tersebut, Ten Hag turut membandingkan sikap Ronaldo dengan Lionel Messi saat membela tim nasional Argentina. Ia menilai Messi bersedia melakukan investasi kerja keras dan mengalah demi kepentingan kolektif tim sehingga menghasilkan kesuksesan besar.“Tidak ada satu pun pemain yang lebih besar dari klub atau negara, bahkan Cristiano Ronaldo atau Messi sekalipun. Setiap tim papan atas harus merangkul pemain bintang, tetapi pemain bintang tersebut harus tunduk pada kepentingan tim,” ungkap Ten Hag.Mengakhiri penjelasannya, Ten Hag menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak menyimpan rasa pahit terhadap Manchester United usai pemecatannya. Ia mengaku tetap menghargai hubungan baik dengan para staf serta dukungan luar biasa dari para suporter selama ia bertugas di Inggris.
(Penulis Jurnalis: kumparanBOLA | Diterbitkan via kumparan.com)
