Ekonomi & Bisnis

IHSG mencoba rebound, data tenaga kerja AS jadi angin segar

•
IHSG mencoba rebound, data tenaga kerja AS jadi angin segar - Infolitik
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang rebound pada perdagangan Senin (5/10), setelah ditutup menguat 0,46% ke 6.036,89 pada Jumat (2/10). Analis menilai sentimen positif...

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang rebound pada perdagangan Senin (5/10), setelah ditutup menguat 0,46% ke 6.036,89 pada Jumat (2/10). Analis menilai sentimen positif datang dari bursa global, setelah Amerika Serikat (AS) merilis data ketenagakerjaan yang lebih rendah dari ekspektasi. Hal ini dinilai akan mempengaruhi ekspektasi suku bunga Federal Reserve.Pada pekan lalu, AS merilis data Nonfarm Payrolls (NFP) yang mencatat penambahan 29.000 tenaga kerja baru September. Hal ini lebih rendah dari penambahan tenaga kerja sebanyak 133.000 pada Agustus, serta di bawah ekspektasi konsensus yang memperkirakan penambahan 90.000 tenaga kerja. Selain itu, tingkat pengangguran di AS juga naik menjadi 4,2%, hingga mendorong penguatan sejumlah indeks utama di Wall Street pada Jumat.


“Data tersebut menurunkan ekspektasi kenaikan Fed pada Oktober dan berpotensi menjadi katalis positif bagi aset berisiko,” jelas analis BRI Danareksa Sekuritas, dalam riset yang disampaikan pada Senin (5/10). Meskipun demikian, ruang penguatan IHSG dinilai masih terbatas di tengah tekanan jual investor asing. Pada perdagangan Jumat, investor asing mencatatkan net sell atau penjualan bersih Rp1,31 triliun. 


Secara teknikal, BRI Danareksa memperkirakan support bagi IHSG berada pada kisaran 6.000-5.854 dan resistance di 6.100-6.110. Sedangkan analis Phintraco Sekuritas memperkirakan IHSG akan cenderung bergerak sideways, dengan peluang menguat ke kisaran 6.000-6.200. Pandangan ini didukung dengan posisi Stochastic RSI yang membentuk golden cross di area oversold, namun dibatasi histogram MACD yang tetap berada di area negatif. Dari pasar komoditas, analis CGS International Sekuritas Indonesia menilai pelemahan sejumlah komoditas global turut menjadi pemberat bagi IHSG. Namun penguatan Wall Street pada akhir pekan lalu, dinilai menjadi angin segar bagi IHSG. “IHSG diprediksi akan bergerak bervariasi cenderung menguat dengan kisaran support 5.980/5.920 dan resist 6.090/6.150,” jelas analis CGS International.

Infolitik