Menantu korban ojol terlindas mobil saat ditemui di RS Fatmawati, Jakarta, Minggu (25/10/2026). Foto: Aditya Nugraha/kumparanHasan Syukur (56), pengemudi ojek online (ojol) yang dilindas mobil listrik BYD dalam kecelakaan beruntun di Jalan Panglima Polim, Jakarta Selatan, masih terbaring lemah di Rumah Sakit Fatmawati. Setelah menjalani operasi pada Sabtu (24/10), Hasan belum bisa berbicara dan masih terpasang selang.Eko Priyono (34), menantu Hasan, mengatakan kondisi ayah mertuanya masih lemah."Kondisinya masih lemah, soalnya habis dioperasi, masih dipasang selang, dan belum bisa bicara," kata Eko saat ditemui kumparan di RS Fatmawati, Jakarta, Minggu (25/10) malam.Hasan mengalami patah tulang kaki kiri serta cedera pada bagian tubuh lainnya setelah terlindas mobil dalam kecelakaan beruntun pada Jumat (23/10) sore. Menurut Eko, cedera Hasan juga meliputi bagian tubuh dari pundak hingga pinggang serta paru-paru yang bocor."Ada, paru-parunya bocor," jelasnya.Tulang Punggung KeluargaIlustrasi ojek online. Foto: Echo G/ShutterstockHasan sehari-hari memang bekerja sebagai pengemudi ojol di Jakarta. Ia tinggal seorang diri di sebuah rumah kontrakan di kawasan Cengkareng, Jakarta Barat, sementara istri, anak, dan dua cucunya tinggal bersama di kampung halamannya di Serang, Banten.Penghasilan dari mengemudi ojol menjadi salah satu sumber nafkah keluarga tersebut. Hasan juga sesekali memberikan uang untuk kebutuhan cucunya.Kini, ketika Hasan belum bisa kembali bekerja, keluarga harus menghadapi ketidakpastian pemasukan. Eko pun beberapa hari izin dari pekerjaannya di sebuah usaha konveksi untuk mendampingi ayah mertuanya di rumah sakit."Pemasukan sendiri paling ada tabungan dikit-dikit buat makan sehari-hari. Tapi enggak tahu sampai berapa lama bertahan, enggak tahu ya," ujar Eko.Dia juga mengaku belum mendapat penjelasan mengenai besaran biaya pengobatan Hasan. Hingga Minggu, pihak keluarga juga belum menerima tagihan dari rumah sakit.Keluarga berharap biaya perawatan Hasan dapat terbantu melalui Jasa Raharja. Eko mengatakan dokumen untuk pengajuan klaim telah diurus, tetapi belum ada konfirmasi lebih lanjut mengenai pencairan bantuan tersebut.Dukungan juga datang dari pihak Grab, tempat Hasan menjadi mitra pengemudi. Menurut Eko, perwakilan Grab telah beberapa kali datang menjenguk Hasan dan membawa bantuan berupa minuman, makanan ringan, serta parcel.Namun, bantuan untuk biaya pengobatan belum diterima keluarga. Eko menyebut bantuan tersebut masih dalam proses.Untuk sementara, tabungan menjadi pegangan mereka sambil menunggu perkembangan kondisi Hasan dan kepastian bantuan pengobatan.Penampakan mobil listrik BYD yang menabrak pengemudi ojol di Jalan Panglima Polim, Jumat (23/10) sore, diamankan di Polres Metro Jakarta Selatan, Sabtu (24/10/2026). Foto: Nauval Pratama/kumparanSebelumnya, kecelakaan yang melibatkan mobil listrik BYD itu terjadi di Jalan Panglima Polim, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, pada Jumat (23/10) sekitar pukul 16.48 WIB.Mobil BYD bernomor polisi B 1220 KDP awalnya menabrak Honda Brio yang melaju searah di depannya. Mobil kemudian oleng ke kiri dan menabrak sepeda motor Honda Beat yang dikendarai Hasan, lalu menghantam sebuah mobil Wuling yang sedang berhenti.Setelah itu, mobil naik ke trotoar dan menabrak dua mobil yang terparkir di Hotel Amaris, yakni Honda Mobilio dan Toyota Navi. Kecelakaan tersebut melibatkan lima kendaraan yang ditabrak mobil BYD.Polisi telah menetapkan pengemudi BYD sebagai tersangka. Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya AKBP M. Adiel Aristo mengatakan penyidik masih mendalami penyebab kecelakaan tersebut.Pengemudi BYD juga telah menjalani pemeriksaan narkoba dan alkohol. Hasil pemeriksaan menunjukkan pengemudi negatif narkoba maupun alkohol.
(Penulis Jurnalis: kumparanNEWS | Diterbitkan via kumparan.com)
