First drive mobil listrik Leapmotor C10 Jakarta-Bogor. Foto: Sena Pratama/kumparanLeapmotor C10 hadir sebagai pelengkap portofolio produk dari pabrikan untuk pasar Indonesia. C10 bisa dikatakan menyasar konsumen yang ingin menikmati keasyikan berkendara, namun tetap dapat mengakomodir penumpang dan barang bawaan dengan baik.Hal itu berkat salah satu spesifikasi yang dibenamkan pada SUV tersebut berupa arsitektur Cell-to-Chassis (CtC), memungkinkan bodi tetap stabil ketika diajak bermanuver. Kendati ukurannya cukup besar dengan panjang 4.739 mm, lebar 1.900 mm, dan tinggi 1.680 mm.Artinya itu lebih panjang 224 mm, lebih lebar 15 mm, dan lebih tinggi 25 mm dari B10. Bahkan jarak sumbu rodanya juga lebih melar 90 mm dari sang adik, karena selisihnya tidak terlalu jauh membuatnya agak wajar keduanya sekilas sukar untuk dibedakan. Desain Leapmotor C10Media test drive mobil listrik Leapmotor C10 di Jakarta (20/10/2026). Foto: Sena Pratama/kumparanSebelum membahas rasa berkendara, terlebih dahulu coba ulas tampang Leapmotor C10 ini. Seperti yang sudah ditulis di atas, baik C10 dan B10 sangat mirip satu sama lain bila hanya dilihat secara sekilas.Padahal selain ukuran dimensi, dua-duanya tetap memiliki beberapa perbedaan detail lainnya. Misalnya pada fascia depan pakai bahasa desain bertingkat untuk lampu senja plus DRL, dan lampu utama yang juga sudah LED disematkan di bawahnya.Kemudian pada garis kaca samping, mulai dari pilar C hingga pilar D jauh lebih panjang dibanding B10. Lalu tentu saja pada bagian buritan perbedaannya terletak pada komposisi lampu, meski lagi-lagi sekilas bentuk milik C10 ini mirip dengan kepunyaan B10. Paling penting sebenarnya menurut saya adalah menjadi sebuah keputusan tepat untuk Leapmotor yang memilih menggunakan velg 20-inci dengan skema warna tunggal. Corak abu-abu gelap sukses menguatkan kesan mewah sekaligus elegan.Secara umum C10 menonjolkan SUV yang proporsional lewat atap relatif panjang dan fungsional, bukan dramatis dengan lekuk coupe. Visualnya minimalis tidak berlebihan, rounded atau banyak transisi bodi membulat, serta bisa dikatakan understated atau tampil modern tanpa berusaha terlalu mencolok atau agresif.Boleh dikatakan C10 satu-satunya yang punya bahasa desain dan bodi seperti ini. Di saat model lain cenderung menonjolkan detail tegas serta kesan SUV yang lebih konvensional.Media test drive mobil listrik Leapmotor C10 di Jakarta (20/10/2026). Foto: Sena Pratama/kumparanMasuk ke dalam kabin, sebenarnya tidak banyak hal istimewa yang ditawarkan. Desainnya seperti kebanyakan mobil listrik China yang bisa kita temui saat ini, simpel. Template-nya ada layar infotainment besar, di bawahnya separator dengan wireless charger, dan panel instrumen yang menginformasikan pengemudi.Layar tengahnya itu berukuran 14,6-inci yang berdampingan dengan multi information display (MID) di belakang kemudi, desainnya tak dibuat menyambung. Namun pabrikan menonjolkan konsep Piano Style Dashboard, menyembunyikan kisi AC konvensional.Aspek kenyamanan ditunjang dengan perpaduan bahan kulit lembut yang diklaim telah mengantongi sertifikasi OEKO-TEX untuk memastikan keamanan bagi kulit, bahkan untuk yang sensitif sekalipun.Praktis, sisanya Anda mendapatkan semua yang dibutuhkan atau sudah tersedia layaknya mobil-mobil listrik terbaru saat ini. Sebut saja ventilated seat, panoramic roof, kamera parkir 360 derajat, sampai ambient light.Rasa berkendara First drive mobil listrik Leapmotor C10 Jakarta-Bogor. Foto: Sena Pratama/kumparanWalaupun wujudnya adalah SUV, Leapmotor C10 menurut saya punya konfigurasi yang cukup asyik. Pertama dari aspek performa yang dibekali dengan motor listrik penggerak berkekuatan 165 kW atau sekitar 221 dk dan torsi 360 Nm.Figur tenaga tersebut disalurkan ke roda belakang, memberikan efek dorongan yang menyenangkan ketika diajak bermanuver. Belum lagi klaim Leapmotor bahwa racikan suspensi independen di depan dan belakang mendapat bantuan pengaturan dari Maserati.Hasilnya? Kombinasi tenaga yang jambak dan handling mantab, menjadikan Leapmotor C10 sebagai salah satu SUV bongsor yang lincah untuk dikemudikan. Belum lagi, ditunjang dengan baterai berukuran besarnya.Punya kapasitas 69,9 kWh, mobil ini janjikan jarak tempuh sejauh 503 kilometer sekali pengisian daya berdasarkan metode ukur NEDC (New European Driving Cycle). Tentu saja DC Fast Charging juga sudah tersedia yang dikatakan mampu isi 30-80 persen selama 24 menit.Karakter suspensinya terbilang moderat, tidak bisa dibilang empuk, namun juga tidak keras. Menurut saya sangat cocok dengan karakter jalan yang mulus seperti di ruas jalan tol yang saya lalui saat media first drive di Jakarta menuju Sentul via Jagorawi. Kesimpulan First drive mobil listrik Leapmotor C10 Jakarta-Bogor. Foto: Sena Pratama/kumparanDengan harga Rp 618 juta on the road (OTR) Jakarta, Leapmotor C10 membawa modal yang cukup baik untuk bertarung dengan sesama Battery Electric Vehicle (BEV) di kelasnya. Semua tinggal kembali ke masalah selera dan preferensi calon pembeli di akhir.ProsPerforma dan sistem penggerak belakangKenyamanan berkendara secara keseluruhanDesain eksterior main aman, namun tetap elegan.ConsFrameless AC vent terlihat canggih, namun dalam praktik pengaturannya menyusahkan ketika sedang berkendaraKualitas suara audio biasa saja untuk kelasnyaDesain sangat mirip dengan saudaranya B10.
(Penulis Jurnalis: kumparanOTO | Diterbitkan via kumparan.com)
