Nasional

Mojtaba Khamenei Peringatkan AS-Israel Agar Tak Memulai Kembali Perang

•
Mojtaba Khamenei Peringatkan AS-Israel Agar Tak Memulai Kembali Perang - Infolitik
Mojtaba Khamenei, putra kedua Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, mengunjungi kantor Hizbullah di Teheran, Iran, 1 Oktober 2024. Foto: Kantor Pemimpin Tertinggi Iran/WANA via REUTERSPem...

Mojtaba Khamenei, putra kedua Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, mengunjungi kantor Hizbullah di Teheran, Iran, 1 Oktober 2024. Foto: Kantor Pemimpin Tertinggi Iran/WANA via REUTERSPemimpin tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei, memperingatkan Amerika Serikat dan Israel agar tidak kembali melancarkan perang. Peringatan ini disampaikan melalui pernyataan tertulis, menyusul ancaman dari pihak-pihak yang memusuhi Iran mengenai kemungkinan dimulainya kembali serangan."Jika musuh kembali melancarkan serangan militer atau teroris, maka angkatan bersenjata Republik Islam dan bangsa Iran-lah yang akan menentukan waktu serta kondisi untuk mengakhirinya," demikian bunyi pernyataan yang dikaitkan dengan Khamenei dan diunggah di situs web pribadinya, Sabtu (31/10).Pernyataan tersebut muncul dalam sebuah pertemuan antara Khamenei dan para komandan militer senior, termasuk Kepala Staf Angkatan Bersenjata Ali Abdollahi, Kepala Angkatan Darat Amir Hatami, dan Komandan Garda Revolusi Ahmad Vahidi. Ini merupakan pertemuan pertama mereka yang dilaporkan ke publik.Khamenei belum pernah terlihat di depan umum sejak ia menjabat sebagai pemimpin tertinggi, menyusul tewasnya sang ayah, Ayatollah Ali Khamenei, dalam serangan AS-Israel pada awal perang di Timur Tengah bulan Februari lalu.Menurut pernyataan tersebut, Khamenei menginstruksikan para komandan untuk memastikan bahwa setiap tingkat atau jenis ancaman harus dibalas dengan respons yang segera, berdampak nyata, dan tidak dibatasi oleh wilayah geografis.Pernyataan itu juga menyebutkan bahwa Khamenei memerintahkan para komandan untuk memperbarui daftar target Iran."Segala jenis aset, baik yang berwujud maupun tidak berwujud, milik musuh Amerika-Zionis," demikian pernyataan itu.Perang ini bermula pada 28 Februari dengan serangan AS-Israel terhadap Iran, yang kemudian segera dibalas oleh Iran melalui serangan terhadap berbagai negara di kawasan tersebut.Pernyataan pemimpin tertinggi ini muncul di tengah upaya diplomatik baru yang sedang dilakukan untuk mencegah kembali pecahnya pertempuran.Delegasi Qatar tiba di Teheran pada hari Jumat untuk melakukan pembicaraan dengan para pejabat Iran, setelah Iran dilaporkan menerima surat dari Wakil Presiden AS, JD Vance.Menurut media Iran, Teheran hingga saat ini belum memberikan tanggapan atas surat tersebut.

(Penulis Jurnalis: kumparanNEWS | Diterbitkan via kumparan.com)

Infolitik