Nasional

Pedagang Sebut 90 Persen Konsumen Mobil Listrik Bekas Khawatir Soal Baterai

•
Pedagang Sebut 90 Persen Konsumen Mobil Listrik Bekas Khawatir Soal Baterai - Infolitik
Produsen baterai mobil listrik Gotion Indonesia. Foto: Fitra Andrianto/kumparanDi tengah kehadiran beragam mobil elektrifikasi anyar, opsi mencari mobil listrik (EV) bekas masih cukup diminati kons...

Produsen baterai mobil listrik Gotion Indonesia. Foto: Fitra Andrianto/kumparanDi tengah kehadiran beragam mobil elektrifikasi anyar, opsi mencari mobil listrik (EV) bekas masih cukup diminati konsumen. Kondisi kesehatan baterai hingga potensi biaya perbaikannya menjadi pertimbangan utama sebelum membeli.Felix, pedagang mobil bekas Linardi Auto Car di Mega Glodok Kemayoran (MGK), Jakarta Pusat, mengungkapkan bahwa sekitar 90 persen konsumen yang ditemuinya masih menaruh perhatian pada kondisi baterai mobil listrik.“Kami (pedagang) harus adaptasi ke pasar (ikut jual EV), konsumennya mesti diadaptasi juga. 90 persen masih konsen kepada baterai karena mereka takut nanti itu baterainya bocor, korslet, atau apa lah,” buka Felix saat dijumpai kumparan belum lama ini.Wuling Binguo dan Air EV di Showroom mobil bekas di Mega Glodok Kemayoran (MGK), Jakarta Pusat. Foto: Alvian Yoga Yulianto/kumparanMenurutnya, kekhawatiran tersebut juga dipengaruhi anggapan bahwa biaya penggantian baterai bisa mencapai sekitar 50 persen dari harga mobil, bahkan lebih. Hal ini membuat calon pembeli cenderung mencari informasi lebih dulu sebelum memutuskan transaksi.Selain kondisi baterai, Felix bilang banyak juga calon pembeli yang biasanya menanyakan jarak tempuh kendaraan dalam sekali pengecasan. Odometer dan kondisi bodi pun ikut diperiksa untuk memastikan mobil bekas yang dipilih masih layak digunakan."Secara pandangan mirip dengan konsumen mobil bensin. Sampai detik ini kan pajak masih disubsidi kan. Kalau pajaknya sudah normal nggak tahu ya, orang mungkin kapok juga," tambahnya.BYD M6 EV bekas di WTC Mangga Dua. Foto: Fitra Andrianto/kumparanFelix menyampaikan cara menentukan harga jual mobil setrum tidak jauh berbeda dengan mobil konvensional. Hanya saja EV memiliki depresiasi harga yang lebih tinggi dan keuntungan penjualannya tak sebanyak mobil konvensional.EV sendiri sampai saat ini cukup diminati di pasar mobil bekas, utamanya mobil kompak seperti Wuling Air EV dan Binguo. Felix menuturkan sejumlah model lainnya turut dicari oleh beberapa calon konsumen."BYD M6 juga banyak peminatnya, tapi saya belum berani ngambil karena harganya nggak ada yang benar (masih tinggi). Kami hitungannya masih berani lah ngambil peluang jual mobil listrik. Kalau nggak belajar ngikutin pasar ya ketinggalan zaman," tutup Felix.

(Penulis Jurnalis: kumparanOTO | Diterbitkan via kumparan.com)

Infolitik