Nasional

Prabowo: Kunci Negara Berhasil Adalah Pendidikan dan Guru Hebat, Perlu Investasi yang Besar

•
Prabowo: Kunci Negara Berhasil Adalah Pendidikan dan Guru Hebat, Perlu Investasi yang Besar - Infolitik
Presiden Prabowo Subianto berpidato saat Peresmian SMA Taruna Nusantara Kampus Cimahi yang berlokasi di Kota Cimahi, Provinsi Jawa Barat, pada Jumat (30/10/2026). Foto: YouTube/ Sekretariat Preside...

Presiden Prabowo Subianto berpidato saat Peresmian SMA Taruna Nusantara Kampus Cimahi yang berlokasi di Kota Cimahi, Provinsi Jawa Barat, pada Jumat (30/10/2026). Foto: YouTube/ Sekretariat PresidenPresiden Prabowo Subianto menyebut pendidikan sebagai salah satu aspek penting dalam membangun bangsa. Namun, menurut dia, untuk menciptakan pendidikan yang berkualitas dibutuhkan investasi besar.Hal itu disampaikan Prabowo saat meresmikan SMA Taruna Nusantara Kampus Cimahi, Jawa Barat, Jumat (30/10)."Kunci daripada negara yang berhasil adalah pendidikan. Pendidikan yang baik memerlukan investasi yang besar," kata Prabowo."Pendidikan yang baik, membutuhkan guru-guru yang baik, yang hebat. Negara yang unggul dilahirkan oleh guru-guru yang hebat. Untuk mendapatkan guru-guru yang hebat, perlu investasi yang besar," tambah dia.Presiden Prabowo Subianto meresmikan SMA Taruna Nusantara Kampus Cimahi yang berlokasi di Kota Cimahi, Provinsi Jawa Barat, pada Jumat (30/10/2026). Foto: Kris /Biro Pers Sekretariat PresidenPrabowo mengibaratkan hubungan antara investasi dan pendidikan seperti persoalan telur dan ayam."Ibarat suatu lingkaran. Ibarat mana yang lebih dulu, telur atau ayam? Kita butuh pendidikan yang baik, tapi kita butuh investasi yang besar. Kita butuh dana yang besar," ungkap dia.Karena itu, Prabowo mengajak semua pihak untuk bersama-sama menjaga kekayaan bangsa. Menurut dia, sumber daya bangsa harus diamankan agar tidak dicuri, diselewengkan, maupun dikorupsi."Sumber daya bangsa harus diamankan. Sumber daya bangsa harus dijaga. Sumber daya bangsa tidak boleh dicuri. Tidak boleh diselewengkan. Tidak boleh dikorupsi," tuturnya.

(Penulis Jurnalis: kumparanNEWS | Diterbitkan via kumparan.com)

Infolitik