Kuasa hukum anak yang dibakar nenek di Depok, Ishaq Maulana Ismail, saat ditemui di wilayah Depok, Sabtu (31/10/2026). Foto: kumparanM (69), nenek yang membakar cucu iparnya sendiri, L (17), di Bojongsari, Depok, Jawa Barat, sempat menutupi perbuatannya. Ia sempat menyebut gadis itu terbakar karena kompor meledak.Kuasa hukum keluarga korban, Dewo Wahyudi, menjelaskan bagaimana pernyataan tersebut tertepis. Menurutnya, saksi kunci yang datang pertama kali ke lokasi kejadian menemukan kejanggalan."Jadi pas pada saat kejadian, saksi langsung menuju TKP dan menemukan bahwa kompor di sekitar rumah korban itu tidak ada masalah, kemudian saksi juga mencium adanya bau minyak tanah di sana. Jadi karena adanya bau minyak tanah tersebut, pada akhirnya saksi curiga dan memberikan kabar kepada ayahnya korban. Kemudian ayahnya bersama rekan-rekan dan juga saksi membuat laporan ke Polres Depok," jelas Dewo dalam sebuah konferensi pers, Sabtu (31/10)..Ayah kandung korban sendiri mendapat informasi pertama bukan dari pelaku, melainkan dari ayah sambung korban."Jadi ayah korban mendapat informasi itu dari ayah sambung. Ibu korban ini sudah pisah sama ayah korban, kemudian sudah menikah lagi. Suami yang ayah sambung tersebut melapor ke ayah korban pada sore hari, kemudian ayah korban menunggu sampai ada keluarga terdekat yang memberitahu. Karena kabarnya kesambar kompor, akhirnya malam hari ayah korban mendatangi TKP, di situlah saksi menerangkan bahwa ada dugaan bukan terjadi akibat kompor yang meledak," tambahnya.Warga Tak Ada yang CurigaSementara, menanggapi video CCTV yang viral berisi teriakan minta tolong korban namun tidak ada warga yang datang, kerabat korban, Roselina, memberikan klarifikasi. Menurutnya, para warga tak menyangka korban sampai dibakar karena pelaku dan korban memang sering cekcok."Kalau dibilang kecurigaan awal, kayaknya kita hampir tidak ada yang curiga ya, karena memang hal-hal seperti itu sering terjadi antara nenek dan cucunya ini. Bahkan ada beberapa kali kejadian sebelumnya mungkin yang sudah saya dengar, tapi kan enggak separah ini," kata Roselina dalam kesempatan yang sama."Jadi mungkin dari warga pun, enggak hanya saya, warga pun yang ada di sekitar, malah memang sama juga enggak curiga karena kejadian ini sudah sering terjadi, jadi dipikir itu hanya cekcok biasa. Jadi makanya kalau di media beredar kenapa warga enggak nolongin, kenapa enggak ada yang bantu teriakan, itu sebenarnya bukan enggak ada yang nolong ya, tapi sudah sempat ada mau pertolongan dari beberapa orang yang pada akhirnya terhenti, bukan karena enggak ditolong tapi karena memang terhenti karena sesuatu," tegasnya.Cerita EvakuasiDewo juga mengungkap kondisi korban yang sangat memprihatinkan saat dievakuasi. Menurutnya, korban saat itu dievakuasi menggunakan sebuah kasur karena tidak bisa dipegang langsung. Ia pun dibawa menggunakan sebuah angkot."Ketika kejadian korban itu diantar oleh pelaku dan juga dua orang saksi warga sekitar, didampingi. Karena memang kondisi korban pada saat itu tidak memungkinkan untuk digotong secara langsung, maka digunakan kasur untuk menggotong korban dan dinaikkan ke dalam angkot. Karena dua orang saksi, satu mencari ambulans, satu mencari angkot, yang ambulans tidak dapat, yang didapat angkot," ungkap Dewo.Menurutnya, luka bakar korban mencapai 80 persen lebih, dengan luka terparah di bagian dada dan kemaluan."Pastinya korban nanti kalau sudah pulih tidak akan tinggal di sini lagi. Kita juga sangat prihatin dengan kondisi korban saat ini yang memiliki luka kurang lebih 80 persen lebih. Yang paling parah di bagian dada dan kemaluan. Kondisinya kalau digotong menggunakan tangan tanpa alat bantu, kulit-kulitnya pada lepas," jelasnya.Belum Ada Permintaan Maaf NenekSeorang nenek pelaku pembakaran cucu berinisial M ditangkap. Foto: Dok. IstimewaTerkait adanya upaya damai atau permintaan maaf dari pihak keluarga pelaku, Dewo menegaskan hingga kini belum ada."Untuk saat ini sih belum ada. Terkait masalah pencabutan laporan, karena ini bukan delik aduan, delik umum, artinya apabila pelapor mencabut laporan tersebut, saya yakin juga kepolisian akan tetap melanjutkan proses tersebut," tutup Dewo.Sementara itu, Roselina berharap kasus ini terus dikawal publik."Ya kita harapannya Justice For Lala itu tetap harus dilanjutkan, disuarakan, jangan dihentikan, karena memang ada beberapa oknum yang ingin itu dihentikan," pungkasnya.Saat ini pelaku yang diketahui merupakan nenek ipar korban telah ditahan di Polresta Depok untuk proses hukum lebih lanjut. Nenek itu diketahui tega membakar korban karena kesal dirinya tak dijemput untuk kembali ke rumah.Pelaku dan korban baru tinggal bersama selama satu tahun. Nenek itu merupakan istri dari kakak kandung nenek kandung korban. Ibu kandung korban menitipkan anaknya ke nenek itu karena harus bekerja di wilayah Parung.
(Penulis Jurnalis: kumparanNEWS | Diterbitkan via kumparan.com)
