Nasional

Suara Petasan hingga Petir Bisa Picu Kejang pada Anak dengan Kondisi Ini

•
Suara Petasan hingga Petir Bisa Picu Kejang pada Anak dengan Kondisi Ini - Infolitik
Ilustrasi Petasan. Foto: SkyroseStudio/ShutterstockSuara petasan, petir, hingga knalpot bising yang muncul tiba-tiba bisa membuat anak terkejut. Namun, pada sebagian anak dengan startle epilepsy, r...

Ilustrasi Petasan. Foto: SkyroseStudio/ShutterstockSuara petasan, petir, hingga knalpot bising yang muncul tiba-tiba bisa membuat anak terkejut. Namun, pada sebagian anak dengan startle epilepsy, rangsangan mengejutkan seperti suara mendadak juga dapat memicu kejang.Studi yang diterbitkan dalam jurnal Clinical Neurophysiology menemukan bahwa suara termasuk salah satu pemicu kejang pada sebagian pasien anak dengan kondisi tersebut.Apa Itu Startle Epilepsy pada Anak?Ilustrasi anak kejang. Foto: CGN089/ShutterstockStartle epilepsy merupakan jenis epilepsi refleks yang kejangnya dapat dipicu oleh rangsangan mengejutkan secara tiba-tiba. Rangsangan tersebut bisa berupa suara mendadak atau stimulus lain yang tidak terduga.Meski begitu, tidak semua anak dengan epilepsi memiliki sensitivitas terhadap suara. Pemicu kejang juga dapat berbeda pada setiap anak sehingga penting bagi orang tua untuk mengenali kondisi dan pola kejang yang dialami anak.Cara Mengurangi Risiko Kejang akibat Suara MendadakAda beberapa langkah yang bisa dilakukan orang tua untuk membantu mengurangi risiko kejang pada anak dengan startle epilepsy, yaitu:Kenali pemicu kejang anak. Perhatikan rangsangan yang muncul sebelum kejang, termasuk suara yang datang secara tiba-tiba.Kurangi paparan suara pemicu. Jika memungkinkan, hindari atau batasi paparan terhadap suara yang diketahui dapat memicu kejang pada anak.Konsultasikan dengan dokter spesialis saraf anak. Dokter dapat membantu menentukan penanganan yang sesuai dengan kondisi dan kebutuhan anak.Selain risiko kejang pada kondisi tertentu, paparan suara yang terlalu keras juga perlu diwaspadai karena dapat merusak pendengaran anak. Karena itu, orang tua sebaiknya memperhatikan intensitas suara dan menghindari paparan bising berlebihan.

(Penulis Jurnalis: kumparanMOM | Diterbitkan via kumparan.com)

Infolitik