Kepala BGN Sudaryono saat penandatanganan Nota Kesepahaman antara BGN dan Tim Pembina Posyandu Pusat dalam rangkaian Rapat Penguatan Tata Kelola Lembaga Dekranas, TP PKK, dan TP Posyandu se-Indonesia Bagian Tengah di Bali, Kamis (22/10/2026). Foto: BGNKepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mengakui masih terdapat gap atau jarak rentang kendali antara BGN pusat dengan puluhan ribu dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tersebar di seluruh Indonesia.Untuk mengatasi persoalan tersebut, BGN akan menempatkan personel di tingkat provinsi hingga kabupaten/kota. Sudaryono mengibaratkannya sebagai 'Kapolda dan Kapolres' BGN.“Kami menyadari bahwa ada gap antara kami BGN di pusat itu dengan kemudian dapur-dapur yang sekitar 26.000 lebih dapur yang ada di seluruh Indonesia ini,” kata Sudaryono dalam konferensi pers di Kemendagri, Jakarta, Rabu (28/10).Menurut Sudaryono, gap tersebut terutama terjadi dalam rentang kendali BGN terhadap pelaksanaan program di tingkat provinsi dan kabupaten/kota.“Ada gap rentang kendali di provinsi dan di kabupaten, maka akan kami isi semacam ada orang, personel yang kami taruh, kami isi di level provinsi dan kabupaten,” ujarnya.Kepala BGN Sudaryono meninjau pembagian MBG di SDN Cot Meuraja, Aceh Besar, Selasa (13/10/2026). Foto: BGNPersonel tersebut nantinya menjadi mitra koordinasi para gubernur, bupati, dan wali kota dalam pelaksanaan program MBG di daerah.“Sebagai counterpart dari para gubernur atau para kepala daerah kabupaten kota di seluruh Indonesia sehingga koordinasinya ini kemudian jadi cair,” kata Sudaryono.Ia mengatakan Mendagri Tito Karnavian mengibaratkan struktur tersebut seperti keberadaan Kapolda di tingkat provinsi dan Kapolres di kabupaten/kota.“Kalau bahasanya Pak Tito tadi menyampaikan bahwa, ya semacam kapolda dan kapolresnya BGN lah gitu atau kepala BGN di provinsi dan kepala BGN di kabupaten kota sehingga koordinasinya jelas,” ujarnya.Sudaryono mengatakan keberadaan pejabat BGN di daerah diperlukan untuk memperkuat pengawasan dan koordinasi pelaksanaan MBG.“Ini penting ya untuk fungsi pengawasan, fungsi koordinasi dan juga fungsi tadi customer service kalau ada keluhan itu cepat,” katanya.
(Penulis Jurnalis: kumparanNEWS | Diterbitkan via kumparan.com)
