Pemain London City Lionesses Alexia Putellas merayakan keberhasilannya meraih penghargaan Ballon d'Or wanita pada acara Ballon d'Or di London Palladium, London, Inggris, Senin (26/10/2026). Foto: Matthew Childs/REUTERSAlexia Putellas meraih trofi Ballon d Or ketiga sepanjang kariernya setelah memimpin Barcelona mengamankan empat gelar sekaligus pada musim 2025-2026. Seperti dikutip dari laporan Goal, gelandang anyar London City Lionesses tersebut menerima penghargaan individu paling bergengsi di dunia dalam Ballon d'Or Gala di London, Selasa (27/10) dini hari ini. Keberhasilan fantastis ini menjadi puncak dari perjuangan panjang sang bintang usai melewati masa-masa sulit pascacedera parah.Dua tahun lalu, pemain tim nasional wanita Spanyol tersebut mengalami cedera keretakan ligamen lutut yang memaksa dirinya absen dari ajang Piala Eropa 2022. Momen titik balik kebangkitannya terjadi pada laga final Liga Champions Wanita 2024 saat ia mencetak gol pengunci kemenangan Barcelona atas Lyon di Bilbao. Gol emosional tersebut diakui sang pemain telah membebaskan mentalitasnya dari beban trauma cedera panjang.Pemain London City Lionesses Alexia Putellas (kiri) berpose bersama pemain Bayern Munchen Harry Kane usai meraih penghargaan Ballon d'Or di London Palladium, London, Inggris, Senin (26/10/2026). Foto: Matthew Childs/REUTERSMomen Pembebasan Mental Usai Masa SulitProses pemulihan cedera keretakan ligamen lutut berjalan sangat berat dan membutuhkan waktu hingga hampir sepuluh bulan bagi Putellas untuk kembali melangkah ke lapangan. Perjuangan tersebut belum selesai karena ia harus menjalani operasi meniskus pada November 2023 yang kembali membatasi waktu bermainnya. Imbas dari rentetan masalah fisik itu membuat penampilannya belum maksimal pada gelaran Piala Dunia Wanita 2023.Momen emosional di Bilbao akhirnya menjadi titik balik yang meruntuhkan seluruh beban psikologis dalam proses pemulihan karier sang kapten. Keberhasilan mencetak gol ke gawang Lyon membuat kepercayaan diri serta kebebasan pergerakan di lapangan kembali sepenuhnya. Putellas merasa siklus cedera yang menghambat performanya telah resmi berakhir sejak malam bersejarah itu.“Secara fisik Anda mungkin merasa baik, tetapi jika mental tidak siap, Anda akan tegang dan tak bisa mengontrol diri,” ujar Putellas saat diwawancarai media. Ia menegaskan bahwa momen tersebut memberinya kepastian penuh untuk kembali menguasai permainan. “Ligamen, meniskus, dan seluruh rentetan cedera itu sudah saya tutup siklusnya. Saya merasa bebas dan sejak saat itu penampilanku terasa sangat luar biasa,” tambahnya.Alexia Putellas, penyerang Timnas Spanyol, melakukan selebrasi usai mencetak gol ke gawang Belgia di fase grup Euro Wanita 2025. Foto: Sebastien Bozon/AFPPerforma Impresif dan Kepemimpinan di LapanganMemasuki musim 2024-2025, Putellas langsung membuktikan kapasitasnya sebagai salah satu pemain terbaik dunia lewat kontribusi statistik yang luar biasa. Ia berhasil mengemas 27 gol dan 21 asis untuk membawa Barcelona meraih tiga gelar domestik serta menembus babak final kompetisi Eropa. Konsistensi tersebut berlanjut pada musim 2025-2026 dengan torehan 24 gol dan 13 asis di semua ajang.Peran vital sang gelandang semakin terasa ketika Barcelona dan tim nasional Spanyol kehilangan beberapa pemain kunci di lini tengah akibat cedera. Putellas mengambil alih beban kepemimpinan saat Aitana Bonmati dan Patri Guijarro harus absen cukup lama dari lapangan hijau. Ia tidak hanya menjaga stabilitas permainan tim, tetapi juga membimbing para pemain muda untuk tampil pada level tertinggi.Rekan setimnya di Barcelona, Esmee Brugts, memberikan kesaksian mengenai standar tinggi yang selalu ditunjukkan oleh sang kapten dalam setiap sesi latihan. “Dia adalah pemain yang selalu berusaha membantu pemain lain agar bisa mengeluarkan potensi terbaik mereka,” kata Brugts. Ia menambahkan bahwa Putellas selalu menuntut kerja keras 100 persen dari seluruh anggota tim dan dirinya sendiri.Selebrasi pemain FC Barcelona Femeni usai juara Women's Champions League di Philips Stadion, Eindhoven, Belanda, pada 3 Juni 2023. Foto: Yves Herman/REUTERSDominasi Penentu Penutup Musim GemilangPenampilan Putellas pada laga-laga krusial menjadi alasan utama mengapa dirinya sangat layak menerima penghargaan Ballon d Or 2026. Ia mencetak gol pembuka lewat sepakan bebas pada semifinal Liga Bangsa-Bangsa melawan Swedia serta tampil dominan dalam rangkaian laga penentu. Performa gemilangnya saat mencetak dua gol ke gawang Inggris juga memastikan Spanyol meraih tiket otomatis menuju Piala Dunia.Keindahan teknik sepak bola wanita yang diperagakan Putellas terlihat dari ketenangannya dalam mengontrol tempo dan mengeksekusi peluang sulit. Umpan-umpan terukur serta olah bola elegan menjadikannya sosok yang sangat menakutkan bagi lini pertahanan lawan di setiap pertandingan. Keberhasilannya meraih quadruple atau empat gelar juara dalam satu musim bersama Barcelona menjadi penutup manis sebelum kepindahannya ke Liga Inggris.Gelar Ballon d Or ketiga ini menjadi bukti sah bahwa kebangkitan usai cedera parah bukanlah hal yang mustahil untuk dicapai. Dunia sepak bola kini kembali menikmati sihir dan kehebatan Alexia Putellas yang beroperasi di level tertinggi panggung internasional.
(Penulis Jurnalis: kumparanBOLANITA | Diterbitkan via kumparan.com)
